KESALAHAN
|
AKIBAT
|
Penderita tdk berbaring pd bidang keras
|
PJL kurang efektif
|
Penderita tidak horisontal
|
Bila kepala lbh tinggi, darah yg ke otak berkurang
|
Tekan dahi angkat dagu, kurang baik
|
Jalan napas terganggu
|
Kebocoran saat melakukan napas buatan
|
Napas buatan tidak efektif
|
Lubang hidung kurang tertutup rapat dan mulut penderita
kurang terbuka saat pernapasan buatan
|
Napas buatan tidak efektif
|
Tekanan terlalu dalam/ terlalu cepat
|
Patah tulang, luka dalam paru-paru
|
Rasio PJL dan napas buatan tidak baik
|
Oksigenasi darah kurang
|
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 07 Oktober 2014
23.33
Akira Arai
1. Sistem pernapasan dan sirkulasi
a. Sistem
pernapasan, fungsi :
Ø Mengambil
oksigen
Ø Mengeluarkan
CO2
Ø Menghangatkan
dan melembabkan udara ( hidung )
Susunan saluran napas :
i. Mulut/hidung
ii. Faring
iii. Larings
iv. Trakea
v. Bronkus
vi. Bronkiolus
vii. Alveolus
(tempat pertukaran O2 dan CO2 di paru-paru).
b. Sistem
sirkulasi, fungsi :
Ø Alat angkut :
O2, CO2, zat nutrisi, zat sampah.
Ø Pertahanan
tubuh terhadap penyakit dan racun
Ø Mengedarkan
panas ke seluruh tubuh
Ø Membantu
membekukan darah bila terjadi luka
Sistem
sirkulasi, terdiri dari :
i. Jantung
ii. Pembuluh
darah ( arteri, vena, kapiler )
iii. Darah dan
komponennya ( sel darah merah, sel darah putih, keping darah, plasma )
iv. Saluran
limfe
2. Pengertian mati klinis dan mati biologis
Mati klinis :
Tidak ditemukan adanya pernapasan dan
denyut nadi, bersifat reversibel, penderita punya kesempatan waktu 4-6 menit
untuk dilakukan resusitasi tanpa kerusakan otak.
Mati biologis :
Biasanya terjadi dalam waktu 8-10 menit
dari henti jantung, dimulai dengan kematian sel otak, bersifat irreversibel. (
kecuali berada di suhu yang ekstrim dingin, pernah dilaporkan melakukan
resusitasi selama 1 jam/ lebih dan berhasil ).
3. Tanda-tanda pasti mati :
a. Lebam mayat ( terjadi 20 – 30 menit setelah kematian )
b. Kaku mayat ( terjadi antara 1 – 2 jam kemudian )
c. Pembusukan ( terjadi setelah 6 – 12 jam setelah kematian )
d. Tanda
lainnya : cedera mematikan.
4.
Komponen rantai survival
a. Kecepatan
dalam permintaan bantuan
b. Resusitasi
jantung paru ( RJP )
c. Defibrilasi
d. Pertolongan
hidup lanjut
3.
Komponen Bantuan
Hidup Dasar
a. A
(Airway Control) : penguasan jalan napas
HEAD TILL CHIN LIFT & JAW THRUST MANEUVER
b. B
(Breathing Support) : bantuan pernapasan
c. C
(Circulatory Suport) : bantuan sirkulasi (pijatan jantung luar) dan
menghentikanperdarahan besar.
2. Macam penyebab
utama sumbatan jalan napas
Ø Lidah ( pada
orang dewasa yang tidak ada respon )
Ø Benda asing (
pada bayi dan anak kecil )
2 macam cara membuka jalan napas
Ø Teknik angkat
dagu-tekan dahi (bila tidak ada trauma kepala,leher, tulang belakang).
Ø Perasat
pendorongan rahang bawah (jaw thrust maneuver)
Cara memeriksa napas
Dengan cara LDR
( lihat, dengar, rasakan ) selama 3-5 detik.
2 teknik untuk membersihkan jalan napas
Ø Menempatkan
posisi pemulihan
Posisi ini dilakukan bila
penderita dapat bernafas dengan baik dan tidak ada kecurigaan cedera yang dapat bertambah parah akibat
tindakan ini
Ø Sapuan jari
Teknik ini hanya dilakukan pada penderita tidak sadar.
Pada tindakan ini penolong menggunakan jarinya untuk membuang benda padat yang mengganggu jalan
nafas. Jangan memasukan jari terlalu
dalam, khusus bayi dilakukan bila benda
yang menyumbat terlihat.
Mengenali sumbatan jalan napas
Ø Sumbatan
parsial : penderita berupaya untuk bernapas, mungkin disertai bunyi napas
tambahan seperti mengirik, mengorok, kumur, dll.
Ø Sumbatan total
: penderita sulit bernapas dan akhirnya akan kehilangan kesadaran
Cara mengatasi sumbatan jalan napas
pada berbagai penderita
Sumbatan jalan
napas total dapat diatasi dengan Perasat Heimlich (Heimlich Manuveur), yaitu :
Ø Hentakan perut
: letak kompresi pada pertengahan antara pertemuan iga kanan/kiri dengan pusar.
Ø Hentakan dada :
letak kompresi pada pertengahan tulang dada
Prinsip dasar bantuan pernapasan
2 Teknik bantuan pernapasan :
i. Menggunakan
mulut penolong :
Ø mulut ke masker
RJP
Ø mulut ke APD
Ø mulut ke mulut/
hidung
ii. Menggunakan
alat bantu : kantung masker berkatup (BVM/ Bag Valve Mask)
Bahaya bagi
penolong dalam pemberian napas dari mulut ke mulut ;
Ø penyebaran
penyakit
Ø kontaminasi
bahan kimia
Ø muntahan
penderita
Frekwensi pemberian napas buatan untk
masing-masing kelompok umur penderita.
Ø Dewasa : 10-12
x pernapasan/ menit, masing-masing 1,5-2 detik
Ø Anak(1-8 th) :
20 x pernapasan/ menit, masing-masing 1-1,5 detik
Ø Bayi (0-1 th) :
lebih dari 20 x pernapasan/ menit, masing-masing 1-1,5 detik
Ø Bayi baru lahir
: 40 x pernapasan/ menit, masing-masing 1-1,5 detik
Tanda pernapasan adekuat, kurang
adekuat dan tidak bernapas
i. Tanda
pernapasan adekuat :
Ø Dada dan perut
naik turun sirama dengan pernapasan
Ø Penderita
tampak nyaman
Ø Frekuensi cukup
( 12-20x/menit )
ii. Tanda
pernapasan kurang adekuat :
Ø Gerakan dada
kurang baik
Ø Ada suara napas
tambahan
Ø Kerja oto bantu
napas
Ø Sianosis (
kulit kebiruan )
Ø Frekuensi napas
kurang/ berlebih
Ø Perubahan
status mental
iii. Tanda
tidak bernapas :
Ø Tidak ada
gerakan dada/ perut
Ø Tidak terdengar
aliran udara melalui mulut/ hidung
Ø Tidak terasa
hembusan napas dari mulut/ hidung.
Prinsip dasar Bantuan Sirkulasi
Bantuan sirkulasi dilakukan dengan
pijatan jantung luar, kedalaman PJL :
Ø Dewasa : 4 – 5
cm
Ø Anak dan bayi :
3 – 4 cm
Ø Bayi : 1,5 –
2,5 cm
Prinsip Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Tindakan RJP merupakan gabungan dari
ketiga komponen A, B, dan C.
Sebelum melakukan RJP, penolong harus memastikan :
Ø Tidak ada
respon
Ø Tidak ada napas
Ø Tidak ada nadi
Ø Alas RJP harus keras
dan datar
a. 2 macam
rasio pada RJP
i. Dewasa
dikenal 2 rasio :
Ø 2 penolong :
15:2 (15 kali PJL, 2 kali tiupan) per siklus
Ø 1 penolong :
5:1 (5 kali PJL, 1 kali tiupan) per silkus
ii. Anak dan
bayi hanya dikenal 1 rasio : 5:1 ( 5 kali PJL, 1 kali tiupan ) per silkus
b. Prinsip
penekanan pada Pijatan Jantung Luar
Pijatan jantung
luar bisa dilakukan karena jantung terletak diantara tulang dada dan tulang
punggung.
Letak titik
pijatan pada PJL :
i. Dewasa : 2
jari diatas pertemuan iga terbawah kanan/kiri, menggunakan 2 tangan.
ii. Anak : 2
jari diatas pertemuan iga terbawah kanan/kiri, menggunakan 1 tangan.
iii. Bayi : 1
jari dibawah garis imajiner antara kedua puting susu bayi, menggunakan 2 jari (
jari tengah dan jari manis )
c. 6 tanda RJP
dilakukan dengan baik
i. Saat
melakukan PJL, suruh seseorang menilai nadi karotis, bila ada denyut maka
berarti tekanan kita cukup baik.
ii. Gerakan
dada naik/turun dengan baik saat memberikan bantuan napas.
iii. Reaksi
pupil mata mungkin kembali normal
iv. Warna kulit
penderita berangsu-angsur kembali membaik
v. Mungkin ada
reflek menelan dan bergerak
vi. Nadi akan
berdenyut kembali
d. 5 macam
komplikasi yang dapat terjadi pada RJP
i. Patah tulang
dada/ iga
ii. Bocornya
paru-paru ( pneumothorak)
iv. Luka dan
memar pada paru-paru
v. Robekan pada
hati
e. 4 keadaan
dimana tindakan RJP di hentikan
i. penderita
pulih kembali
ii. penolong
kelelahan
iii. diambil
alih oleh tenaga yang sama atau yang lebih terlatih
iv. jika ada
tanda pasti mati
f. Kesalahan
pada RJP dan akibatnya
Pendarahan
Pengertian
Perdarahan
Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama
yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah
relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam
jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa
pembakaran tubuh dan karbondioksida.
Jantung
Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen
setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.
Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan
meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.
Arteri/Pembuluh Nadi
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan
oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar
Vena/Pembuluh Balik
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh
tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap
Kapiler/Pembuluh Rambut
Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil
sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar
sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan
Denyut
Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana
Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan kulit.
Lokasi
pengecekan denyut yang paling mudah:
1. Radial – Berada di
pergelangan tangan
2. Carotid – Berada di leher
3. Femoral – Berada di
lipatan paha
Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya
pada sistem arteri.
Darah
Komposisi
Terdiri
atas sel darah putih, sel darah merah, dan plasma darah.
Sumber Perdarahan
Perdarahan terjadi apabila darah keluar dari pembuluh darah
oleh berbagai sebab seperti cedera atau penyakit.
Berdasarkan sumber perdarahan:
a. Perdarahan nadi
b. Perdarahan pembuluh balik
c. Perdarahan pembuluh rambut
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter




